Biografi Singkat Dr. Zakir Naik

Siapa Dr. Zakir Naik? Anda mungkin pernah melihat video-video debat ulama asal India yang bernama Dr. Zakir Naik. Ya, dia merupakan salah satu ulama Islam yang sangat tersohor. Kemampuannya dalam berdebat soal agama tidak dapat diragukan lagi, bahkan ia telah menghafal kitab-kitab suci umat beragama lainnya selain islam.

Dari perdebatannya yang sangat heboh di dunia maya, banyak yang bertanya-tanya siapa sih Dr Zakir Naik sebenarnya, Nah daripada penasaran yuk kita lihat ulasannya dibawah ini seperti yang dilansir Wikipedia.

Lahir tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Tahun 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan beralih di bidang dakwah atau proselitisme Islam.

Zakir Abdul Karim Naik adalah seorang pembicara umum Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama. Namun jika dilihat dari profesi aslinya, beliau adalah seorang dokter medis dengan gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra. Ia memutuskan menjadi ulama sejak tahun 1991 dan banyak terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama dengan tujuan membangkitkan kembali dasar-dasar penting Islam yang kebanyakan remaja Muslim tidak menyadarinya atau sedikit memahaminya dalam konteks modernitas.

Ia juga meneruskan dakwanya dengan mendirikan Islamic Research Foundation (IRF) sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Ia terinspirasi oleh salah satu pendakwa islam yang lebih dulu aktif di bidang dakwah yaitu Ahmed Deedat. Tujuan Naik adalah "berkonsentrasi pada remaja Muslim berpendidikan yang mulai meragukan agamanya sendiri dan merasa agamanya telah kuno" dan adalah tugas setiap Muslim untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam untuk melawan apa yang ia anggap sebagai bias anti-Islam oleh media Barat setelah serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat. Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal-hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Video debat dan cermah Dr. Naik di yang kita lihat di Youtube seringkali dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai agama bahkan ateisme. Pertanyaan yang diberikan oleh peserta debat selalu di jawab Naik dengan sistematik dari mendasar kemudian dengan pengandaian-pengandaian yang dengan mudah ditangkap akal sehat, tidak lupa juga ia menyertai dengan dalil-dalil yang ada di kitab suci untuk meyakinkan para penanya. Topik yang dibawakan tiap debat mencakup: "Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern", "Islam dan Kristen", dan "Islam dan Sekularisme".

Ceramah, debat dan kontroversi

Berikut dibawah ini beberapa caramah dan debat yang dilakukan oleh Dr. Zakir Naik:

1. Tahun 2004, Naik mengunjungi Selandia Baru dan kemudian ibu kota Australia atas undangan Islamic Information and Services Network of Australasia.

2. Bulan 1 April 2005, Naik terlibat dalam debat dengan William Campbell, topiknya ialah Islam dan Kristen dalam konteks ilmu pengetahuan, di mana keduanya membicarakan dugaan kesalahan ilmiah di dalam kitab suci.

3. Tanggal 21 Januari 2006, Naik mengadakan sebuah dialog antaragama dengan Sri Sri Ravi Shankar. Acara ini mengenai konsep Tuhan dalam Islam dan Hinduisme, tujuannya ialah memberikan kesepahaman antara dua agama besar India, dan mengeluarkan kesamaan antara Islam dan Hinduisme, seperti bagaimana berhala dilarang. Diadakan di Bangalore, India dengan 50.000 orang memadati Palace Grounds.

6. Bulan August 2006, kunjungan dan konferensi Naik di Cardiff (Britania Raya) menjadi obyek kontroversi ketika MP (anggota parlemen) Wales David Davies meminta acaranya dibatalkan. Ia menyebutnya seorang 'penjual kebencian', dan mengatakan pandangannya tidak pantas memperoleh 'platform publik'; Muslim dari Cardiff, mempertahankan hak berbicara Naik di kota mereka. Saleem Kidwai, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Wales, tidak setuju dengan Davies, menyatakan bahwa "orang-orang yang mengenalnya (Naik) tahu bahwa ia adalah salah satu orang paling tidak kontroversial yang pernah ada. Ia berbicara tentang kesamaan antar agama, dan bagaimana kita harus hidup selaras dengan mereka", dan mengundang Davies untuk membicarakan lebih jauh dengan Naik secara pribadi di konferensi ini. Konferensi tetap berjalan, setelah dewan Cardiff mengatakan bahwa mereka senang apabila ia tidak berceramah dengan pandangan ekstremis.

7. Naik pernah berceramah dengan Paus Benediktus XVI bulan September 2006, dan setelah itu Naik menantang debat publik langsung dengannya, tetapi ditolak oleh Sri Paus.

8. Bulan November 2007, IRF mengadakan konferensi dan pameran Islam internasional 10 hari bertemakan Konferensi Damai di Somaiya Ground di Mumbai. Ceramah tentang Islam dilaksanakan Naik juga dua puluh cendekiawan Islam lainnya dari seluruh dunia.

Masih banyak lagi ceramah dan debat yang dilakukan oleh Dr. Zakir Naik. Dengan keahliannya dalam soal debat dan ceramah ia masuk dalam daftar “100 Orang India Terkuat 2009” yang terbit 22 Februari 2009 majalah Indian Express. Zakir Naik masuk peringkat 82 dalam kategori "10 Guru Spiritual Terbaik India", Zakir Naik berada di peringkat 3, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar, ia menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.

sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Zakir_Naik diakses tanggal 28 agustus 2015

0 komentar:

Post a Comment