Lubang Ghaib menuju Makkah
Lubang ghaib
Di Buton terdapat sebuah lubang yang menurut cerita rakyat setempat berhubungan dengan kota Mekkah. Lubang tersebut berada di wilayah pusat Kerajaan Wa ka kaa yang saat ini disebut sebagai Keraton Buton. Lubang tersebut dipelihara dan dianggap sebagai tempat suci dan kerap kali dijadikan tempat sacral untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk ghaib atas kehendak Allah SWT.

Seperti dikutip dari laman forum.viva.co.id dari blog bumibuton.blogspot.com, pusat lubang ghaib itu berada di wilayah pusat Kerajaan Wa Ka kaa (sekarang Keraton Buton) disucikan dan dipeliharan dengan baik yang kemudian dijadiakan tempat sakral untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk ghaib atas kehendak Allah SWT.

Dahulu saat islam masuk di Pulau Buton, maka pemerintahan sistem Kerajaan sudah berubah menjadi pemerintahan sistem Kesultanan dengan sultan pertama Buton bernama Murhum. Dan saat itulah dibangun mesjid Keraton Buton yang di tengah-tengah dalam ruang mihrab Imam Mesjid Keraton Buton terdapat lubang ghaib tersebut.

Menurut cerita masyarakat setempat pada masa pemerintahan kesultanan Buton, Imam mesjid Keraton ketika memimpin shalat lima waktu bisa secara ghaib melihat kejadian di Masjidil Haram Mekkah. Sehingga seolah-olah dia sedang berada memimpin shalat disana dan menambah khusu'nya shalat. Selain itu lubang ghaib ini juga dipakai Sultan Buton dan para Sara pemerintahan apabila ada keperluan dalam kepemerintahannya serta mau melihat keadaan perkembangan bangsa-bangsa di dunia maupun keperluan lainnya hingga muncul keajaiban atas kehendak Allah SWT guna mengatasi segala permasalahan yang ada.

Baca juga : Sejarah masuk islam di kepulauan Buton

Kejadian histeris juga pernah terjadi pada seorang mahasiswa yang berkunjung ke lubang ghaib ini. Ia melihat kedua orang tuanya yang sudah meninggal.

Dalam mihrab Imam mesjid Keraton tersebut dibagian atas dari letak lubang ghaib tersebut terdapat dua gundukan mirip buah dada perempuan gadis.

Namun pada akhir tahun 1970-an, para tokoh adat keraton menutup lubang ghaib itu dengan semen. Hal ini karena masyarakat umum banyak yang menyalahgunakan lubang ghaib sehingga dikuatirkan bisa menjadi syrik atau murtad.

Selain itu juga terdapat lubang ghaib di pulau Wangi-Wangi di bagian timur pulau Buton, tepatnya di desa Liya Togo. Lubang tersebut terletak 30 meter dibelakang mesjid Keraton Liya. Dahulu lubang ini juga dipelihara oleh Raja atau Sara Liya mengingat banyaknya keajaiban yang dapat dilihat dilubang ghaib tersebut. Lubang di Liya Togo sengaja tidak diletakkan di dalam mesjid Keraton Liya sebagaimana yang terdapat di mihrab mesjid Keraton Buton sebab tidak boleh dilakukan sama.

Nah bagaimana pendapat anda tentang lubang ghaib ini?

0 komentar:

Post a Comment