kurikulum.infoDinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menyerahkan sepenuhnya standar kompetensi kelulusan siswa kepada setiap sekolah masing-masing. Hal ini sesuai dengan aturan dalam POS ujian nasional tentang standarisasi kompetensi kelulusan siswa yang ditentukan setiap satuan pendidikan.

Saat ditemui pada sosialisasi ujian nasional, Ikhsan selaku kepala Dispendik Surabaya mengaku dirinya tidak mencari aman. Meskipun dinas kabupaten kota di Jawa Timur lainnya mengkritisi masalah standar kompetensi kelulusan siswa yang diserahkan ke satuan pendidikan. Pihaknya hanya berpedoman pada aturan yang ada dalam POS ujian nasional.
Dirinya mengaku tidak ditetapkannya standarisasi kelulusan siswa dan diserahkan sepenuhmya ke sekolah. Hal ini akan mempengaruhi mutu kualitas pendidikan disetiap sekolah. Dirinya menegaskan sekolah jangan sampai melakukan kecurangan yaitu melakukan mark-up nilai ujian sekolah dan nilai rapor. Hal ini akan mempengaruhi integritas setiap sekolah.
“Untuk kelulusan itukan variasi antara ujian sekolah dengan nilai rapornya. Tentunya sekolah sudah mempunyai rapor yang dari awal memang kumpulan nilainya sudah ada,” jelasnya.
Sebelumnya saat sosialiasi POS ujian nasional oleh Dinas Pendidikan Jatim. Dinas kabupaten kota mengkritisi satu pendidikan diberi kewenangan sepenuhnya untuk menentukan standarisasi kompetensi kelulusan yang diatur dalam POS ujian nasional. 

0 komentar:

Post a Comment