kurikulum.info - Jakarta, Kemendikbud --- Kota Pekalongan kini telah menjadi salah satu anggota baru Creative Cities Network (jaringan kota kreatif) dari total 28 kota kreatif di berbagai penjuru yang ditetapkan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tanggal 1 Desember 2014. Kota Pekalongan menjadi jaringan kota kreatif di dunia untuk kategori Craft & Folk Arts (kerajinan dan seni rakyat).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian terkait lainnya untuk berkomitmen dalam memenuhi visi, misi, dan program kegiatan yang tertuang dalam dossier yang dikirmkan ke UNESCO. Salah satu komitmen tersebut adalah menjaga dan melestarikan tradisi Batik sebagai potensi kesenian, kerajinan, dan ekonomi masyarakat Kota Pekalongan.

Pemerintah Kota Pekalongan telah merencanakan perayaan penetapan Kota Pekalongan sebagai UNESCO Creative Cities Networks tersebut. Rencananya perayaan akan dilaksanakan melalui seminar yang digelar bertepatan dengan puncak perayaan hari ulang tahun Kota Pekalongan ke-109 pada tanggal 1 April 2015 mendatang.

Seperti dikutip pada siaran pers UNESCO mengenai “28 cities join UNESCO Creative Cities Network” pada tanggal 1 Desember 2014, Direktur Jenderal UNESCO mengatakan, UNESCO Creative Cities Networks adalah alat yang luar biasa untuk bekerjasama. “Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk mendukung potensi kreatif dan inovatif yang luar biasa untuk memperluas jalan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Jaringan kota kreatif bertujuan mendorong kerjasama internasional antar negara anggota jaringan dengan memanfaatkan kreatifitas sebagai penggerak pembangunan kota berkelanjutan, inklusi sosial dan meningkatkan pengaruh kebudayaan. Sampai saat ini sudah terdapat 69 kota kreatif di berbagai penjuru dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO dengan berbagai kategori. Kategori-kategori tersebut adalah kerajinan dan seni rakyat, desain, film, seni memasak, kesusastraan, seni media, dan musik. (Agi Bahari)

0 komentar:

Post a Comment