kurikulum.infoTerdiri atas dua macam, yakni:

1.    Faktor intern siswa, yaitu hal-hal atau keadaan-keadaan yang muncul dari dalam diri siswa sendiri, yang meliputi gangguan atau kekurang mampuan psiko-fisik siswa, yakni:
a. Yang bersifat kognitif (ranah cipta) antara lain seperti rendahnya kapasitas intelektual/intelegensi siswa.
b.  Yang bersifat afektif (ranah rasa) antara lain seperti labilnya emosi dan sikap.
c.  Yang bersifat psikomotor (ranah karsa) antara lain seperti terganggunya alat-alat indera penglihat dan pendengar (mata dan telingga).

2.    Faktor ekstern siswa, yaitu hal-hal atau keadaan-keadaan yang datang dari luar diri siswa, yang meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Faktor lingkungan ini meliputi:

a. Lingkungan keluarga, contohnya: ketidakharmonisan hubungan antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga
b. Lingkungan perkampungan/masyarakat, contohnya: wilayah perkampungan kumuh, dan teman sepermainan yang nakal.
c.  Lingkungan sekolah, contohnya: kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru dan alat-alat belajar yang berkualitas rendah.

Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Selain faktor-faktor yang bersifat umum di atas, ada pula faktor-faktor lain yang juga menimbulkan kesulitan belajar siswa. Diantara faktor-faktor yang dapat dipandang sebagai faktor khusus ini ialah sindrom psikologis berupa learning disability (ketidakmampuan belajar). Sindrom yang berarti satuan gejala yang muncul sebagai indikator adanya keabnormalan psikis yang menimbulkan kesulitan belajar yang terdiri atas:

1.    Disleksia yakni ketidakmampuan belajar membaca
2.    Disgrafia yakni ketidakmampuan belajar menulis
3.    Diskalkulia yakni ketidakmampuan belajar matematika.

Namun demikian, siswa yang mengalami sindrom-sindrom di atas secara umum sebenarnya memiliki potensi IQ yang normal bahkan di antaranya ada yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Oleh karenanya, kesulitan belajar siswa yang menderita sindrom-sindrom tadi mungkin hanya disebabkan oleh adanya gangguan ringan pada otak ( Muhibbin Syah, 2003: 183) Supaya belajar bisa berjalan secara lebih optimal maka harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip belajar. Adapun prinsip-prinsip belajar tersebut sebagai berikut:

1.    Belajar harus berorientasi pada tujuan yang jelas.
2.    Proses belajar akan terjadi bila seseorang dihadapkan pada situasi problematik.
3.    Belajar dengan pengertian akan lebih bermakna daripada belajar dengan hafalan.
4.    Belajar merupakan proses yang kontinu
5.    Belajar memerlukan kemampuan yang kuat.
6.    Keberhasilan belajar ditentukan oleh banyak faktor
7.    Belajar secara keseluruhan akan lebih berhasil daripada belajar secara terbagi-bagi.
8.    Proses belajar memerlukan metode yang tepat.
9.    Belajar memerlukan adanya kesesuaian antara guru dengan murid.
1. Belajar memerlukan kemampuan dalam menangkap intisari pelajaran itu sendiri. (Trursan Hakim, 2000: 2-10).

0 komentar:

Post a Comment