kurikulum.info -  Perilaku disiplin terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor keluarga, masyarakat dan sekolah (Tulus, 2004: 13). Sesuai dengan pendapat Eddi Kalsid (Mintarsih, 2002: 13), faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin, antara lain.

  1. Pendidikan di keluarga sebagai matra vertikal. Para orangtua diharapkan memberikan contoh atau menjadi panutan pelaksanaan norma-norma.
  2. Pendidikan di sekolah sebagai matra diagonal. Para guru diharapkan memberikan atau menuntut siswa lewat pengayaan pengetahuan, penguasaan dan kemampuan analisis terhadap norma sehingga siswa mempunyai wawasan memadai tentang norma yang berlaku.
  3. Pendidikan di masyarakat sebagai matra horisontal. Masyarakat diharapkan dapat menjadi mitra bertukar pikiran dalam memajukan pendidikan.

Upaya Mendisiplinkan Siswa di Sekolah

Faktor-faktor dan Upaya yang mempengaruhi Disiplin

Disiplin berarti adanya kesediaan untuk mematuhi peraturan-peraturan dan larangan-larangan. Kepatuhan disini bukan hanya patuh karena adanya tekanan-tekanan dari luar, melainkan yang di dasari oleh adanya kesadaran tentang nilai-nilai pentingnya peraturan-peraturan dan larangan-larangan tersebut. Disiplin harus di tanamkan dan di tumbuh kembangkan di hari anak sehingga akhirnya disiplin itu akan tumbuh dari hati sanubari anak sendiri, sehingga disini akan menjadi disiplin diri sendiri atau self disipline. Langkah-langkah untuk menanamkan disiplin pada anak adalah sebagai berikut:

1.    Dengan pembiasaan
Sikap disiplin siswa akan meningkat apabila ditangani secara intensif sesuai dengan uraian mengenai tata tertib yang telah disampaikan, pemberian informasi yang berisi norma moral dapat diterima dan dimiliki oleh siswa apabila dilakukan berulang- ulang dan diikuti pemantauan secara sistematis (Suharsimi, Arikunto: 1993:135).
2.    Dengan pengawasan
Pengawasan itu penting sekali dalam mendidik anak, tanpa pengawasan berarti membiarkan anak-anak berbuat sekehendaknya. Demikian pula dalam kedisiplinan dalam tata tertib sekolah, pengawasan dilakukan dengan tujuan supaya anak-anak dapat mentaati peraturan yang telah di tetapkan, sehingga untuk berangsur-angsur bisa bertanggung jawab atas tindakan dan perbuatannya.
3.    Dengan perintah
Perintah bukanlah apa yang keluar dari seseorang yang harus di kerjakan, melainkan dalam hal ini termasuk pula peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh ank-anak. Tiap-tiap perintah atau peraturan mengandung norma-norma yang baik, yang bersifat memberi atau mengandung tujuan ke arah perbuatan siswa atau kebaikan.
4.    Dengan larangan
Kita harus melarang perbuatan anak-anak bila perbuatannya itu menyimpang dari peraturan atau tata tertib. Larangan itu dilakukan untuk mencegah tingkah laku anak ke arah perbuatan yang membahagiakan dirinya, lebih- lebih perbuatan nista atau susila. Adapun teknik atau cara yang digunakan oleh guru atau yang lainnya dalam pembiasaan kedisiplinan adalah sebagai berikut:

  1. Teknik pengendalian dari luar (external control tecnique). Beruapa bimbingan dan penyuluhan, teknik ini dalam arti pengawasan perlu di perketat, namun hendaknya secara human atau di sesuaikan dengan perkembangan anak didik.
  2. Teknik pengendalian diri dari dalam (inner control tecnique). Teknik ini lebih baik di gunakan dalam pembinaan disiplin dalam kelas sehari- hari.
  3. Teknik pengendalian kooperatif (cooperatif control tecnique). Dalam hal ini disiplin kelas yang baik mengandung kesadaran untuk mengantisipasi berbagai problem.

0 komentar:

Post a Comment