Rumah kakek Beni menghadap ke utara. Rumah itu dikelilingi kebun. Di kebun selatan rumah ditanami sayuran. Di kebun barat rumah ditanami tanaman pisang. Di kebun timur rumah ditanami pohon mangga dan rambutan. Perhatikan denah rumah kakek Beni berikut. Tuliskan jenis tanaman yang ditanam di kebun sekeliling rumah Kakek sesuai penjelasan di atas.

Untuk memudahkan menentukan arah, kita mengenal empat arah mata angin utama, yaitu utara, timur, selatan, dan barat. Jika kamu berdiri menghadap ke utara dan merentangkan
kedua tanganmu ke samping, arah di belakangmu adalah selatan. Tangan kananmu menunjuk arah timur. Sebaliknya, tangan kirimu menunjuk arah barat. Selanjutnya, ada tambahan empat arah mata angin sebagai berikut.
  • Di antara arah utara dan timur adalah arah timur laut.
  • Di antara arah timur dan selatan adalah arah tenggara.
  • Di antara arah selatan dan barat adalah barat daya.
  • Di antara arah barat dan utara adalah barat laut.
Dalam gambar denah suatu tempat (lokasi), biasanya arah utara digambarkan menunjuk ke bagian atas.

Hari itu Beni akan ke rumah Kakek. Ibu meminta Beni pergi ke rumah Bu Dina mengambil pesanan kue untuk dibawa ke rumah Kakek. Beni belum mengetahui letak rumah Bu Dina. Oleh karena itu, Ibu membekali Beni dengan denah sederhana. Inilah denah letak rumah Bu Dina dari rumah Beni.

Perhatikan gambar denah rumah Beni ke rumah Bu Dina.
1. Tuliskan arah perjalanan Beni dari rumahnya menuju rumah Bu Dina. Lengkapi dengan arah berdasarkan mata angin.
Beni berjalan ke arah utara, setelah sampai taman kota Beni berjalan ke arah timur. Beni terus berjalan sampai di sebuah perempatan jalan, dari perempatan jalan Beni berjalan ke arah utara, Setelah berjalan beberapa menit Beni sampai ke perempatan jalan yang kedua, dari perempatan jalan tersebut Beni berjalan ke arah barat. Rumah Bu Dina berada di sebelah kanan jalan.
2. Ukurlah jarak antara dua tempat seperti tertulis dalam tabel. Lalu, hitunglah ukuran sesungguhnya untuk setiap skala yang diberikan.
No.     Tempat       Jarak pada
Denah
              Jarak Sesunguhnya             
Skala1 : 1.000Skala1 : 1.300Skala 1 : 2.000
1
Rumah Beni–taman kota5 cm
50 m
65 m
100 m
2
Taman kota–Koperasi Usaha Bersama6 cm
60 m
78 m
120 m
3
Koperasi –Restoran Enak5 cm50 m
65 m
100 m
4
Restoran Enak–rumah Bu Dina3 cm
30 m
39 m
60 m
5
Rumah Beni-rumah Bu Dina10 cm
100 m
65 m
200m
Beni telah tiba di rumah Bu Dina. Bu Dina memang seorang pengusaha roti dan kue. Beberapa peralatan yang digunakan Bu Dina diimpor dari luar negeri karena tidak diproduksi di dalam negeri. Dengan peralatan itu usaha Bu Dina dapat berjalan lancar.

Kegiatan ekspor impor menjadi kegiatan yang umum dilakukan saat ini di antara negara-negara di seluruh dunia. Carilah informasi pentingnya kegiatan ekspor impor bagi Indonesia.

Pentingnya kegiatan ekspor impor bagi Indonesia
1. Ekspor
  • Memperluas Pasar bagi Produk Indonesia. Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk Indonesia ke luar negeri. Misalnya, pakaian batik merupakan salah satu produk Indonesia yang mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Apabila permintaan terhadap pakaian batik buatan Indonesia semakin meningkat, pendapatan para produsen batik semakin besar. Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin berkembang.
  • Menambah Devisa Negara. Perdagangan antarnegara memungkinkan eksportir Indonesia untuk menjual barang kepada masyarakat luar negeri. Transaksi ini dapat menambah penerimaan devisa negara. Dengan demikian, kekayaan negara bertambah karena devisa merupakan salah satu sumber penerimaan negara.
  • Memperluas Lapangan Kerja. Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan semakin luasnya pasar bagi produk Indonesia, kegiatan produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.
2. Impor
  • Memperoleh Barang dan Jasa yang Tidak Bisa Dihasilkan. Setiap negara memiliki sumber daya alam dan kemampuan sumber daya manusia yang berbeda-beda. Misalnya, keadaan alam Indonesia tidak bisa menghasilkan gandum dan Amerika tidak bisa menghasilkan kelapa sawit. Perdagangan antarnegara mampu mengatasi persoalan tersebut. Perdagangan antarnegara memungkinkan Indonesia untuk memperoleh gandum dan Amerika memperoleh minyak kelapa sawit. Perdagangan antarnegara akan bisa mendatangkan barang-barang yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri. Misalnya Indonesia belum mampu memproduksi mesin-mesin berat. Oleh karena itu, Indonesia melakukan perdagangan dengan Amerika, Jepang, Cina dan Korea Selatan dalam pengadaan alat-alat tersebut.
  • Memperoleh Teknologi Modern. Proses produksi dapat dipermudah dengan adanya teknologi modern. Misalnya, penggunaan mesin las pada pabrik perakitan sepeda motor. Mesin ini mempermudah proses penyambungan kerangka motor. Contoh lainnya adalah mesin fotokopi laser. Mesin ini bisa menggandakan dokumen dengan lebih cepat dan jelas. Tingkat teknologi di negara kita umumnya masih sederhana. Pengembangan teknologi masih lambat karena rendahnya kualitas sumber daya manusia. Untuk mendukung kegiatan produksi, kita dapat mengimpor teknologi dari luar negeri. Perdagangan antarnegara juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mempelajari teknologi dari negara lain. Mengapa demikian? Dalam perdagangan biasanya terjadi pertukaran informasi. Dari saling bertukar informasi ini, Indonesia dapat belajar teknik produksi baru dan pemanfaatan teknologi modern.
  • Memperoleh Bahan Baku. Setiap kegiatan usaha pasti membutuhkan bahan baku. Untuk memproduksi mobil dibutuhkan besi dan baja. Untuk memproduksi ember, mangkuk, dan kursi plastik dibutuhkan plastik. Tidak semua bahan baku produksi tersebut dihasilkan di dalam negeri. Mungkin ada yang diproduksi di dalam negeri, tetapi harganya lebih mahal. Pengusaha tentu lebih menyukai bahan baku yang harganya lebih murah. Demi kelangsungan produksi, pengusaha harus menjaga pasokan bahan bakunya. Salah satu caranya dengan mengimpor bahan baku dari luar negeri.

0 komentar:

Post a Comment