Pertumbuhan dan perkembangan selalu dialami oleh setiap anak. Pertumbuhan dan perkembangan paling penting terjadi pada masa balita. Masa balita adalah masa pada saat anak berusia di bawah lima tahun. Adanya pertumbuhan dan perkembangan menunjukkan bahwa anak tersebut sehat. Makanan bergizi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Berikut ini diuraikan mengenai beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Seorang anak tumbuh dan berkembang sampai dewasa agar dapat berguna bagi masyarakat. Dalam banyak hal pertumbuhan dan perkembangan bergantung kepada orang dewasa, misalnya mengenai makan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dan sebagainya. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang, misalnya keperluan dan lingkungan anak pada waktu tertentu agar anak dapat tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya. Anak yang sedang tumbuh dan berkembang selalu mengalami pertambahan berat dan tinggi badan. Apabila berat dan tinggi badannya tidak bertambah, berarti terjadi gangguan pertumbuhan. Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai berikut.

1. Faktor Keturunan
Tinggi fisik, bentuk wajah, jenis kelamin, adalah karakteristik yang dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut. Pertumbuhan seseorang dipengaruhi oleh faktor keturunan. Anak yang bertubuh tinggi biasanya orang tuanya juga tinggi. Demikian juga dengan anak bertubuh gemuk, orang tuanya biasanya bertubuh gemuk.  
2. Makanan Bergizi Seimbang

Makanan bergizi seimbang adalah makanan yang mengandung zat gizi dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita. Anak memerlukan makanan bergizi seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan tersebut mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Tubuh memerlukan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Zat gizi yang diperlukan tubuh terkandung dalam menu makanan empat sehat lima sempurna. Menu empat sehat lima sempurna terdiri atas makanan pokok, sayur, lauk, buah, dan susu. Jika kebutuhan tubuh dapat terpenuhi maka pertumbuhan dan perkembangan dapat berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung zat yang diperlukan anak.
a. Makanan Pokok
Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi. Makanan pokok mengandung banyak karbohidrat. Karbohidrat merupakan sumber tenaga. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat yaitu jagung, beras, gandum, kentang, sorgum, singkong, dan sagu.

b. Lauk Pauk
Lauk pauk adalah makanan utama pendamping makanan pokok. Lauk pauk berfungsi sebagai sumber zat pembangun untuk tubuh. Lauk pauk mengandung protein dan lemak. Protein merupakan zat pembangun tubuh. Protein ini berfungsi untuk mengganti sel-sel yang rusak. Makanan sumber protein contohnya tempe, tahu, telur, ikan, dan daging. Lemak juga merupakan sumber tenaga. Jika tubuh sudah cukup memperoleh tenaga, lemak disimpan dalam tubuh. Contoh makanan yang mengandung banyak lemak yaitu mentega, telur, dan daging.

c. Sayur dan Buah
Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan asal tumbuhan yang biasanya
mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah secara minimal. Sebutan untuk beraneka jenis sayuran disebut sebagai sayur-sayuran atau sayur-mayur. Sayur mayur dan buah-buahan mengandung vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh agar tetap sehat. Oleh karena itu, vitamin dan mineral dikenal sebagai zat pelindung tubuh. Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam vitamin dan mineral.

d. Susu
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Susu merupakan bahan makanan yang memiliki nilai gizi tinggi. Hampir semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh terdapat dalam susu. Susu sering disebut juga sebagai makanan yang sempurna.

Selain mengandung gizi cukup, makanan yang kita konsumsi juga harus bebas dari kotoran bibit penyakit. Makanan tersebut harus dijaga kebersihannya setiap saat. Bahan makanan perlu dicuci sampai bersih sebelum dimasak. Makanan yang telah dimasak harus tetap dijaga kebersihannya. Makanan juga perlu ditutup agar tidak terkena debu atau dihinggapi lalat. Debu dan kaki lalat biasanya membawa bibit penyakit. Bibit penyakit bisa masuk ke dalam makanan. Jika makanan itu dimakan, tubuh kita akan sakit. Makanlah secara teratur. Makanlah sehari tiga kali, pagi, siang, dan sore hari. Terlambat makan menyebabkan sakit perut. Perut terasa kembung, perih, dan melilit. Kebiasaan makan tidak teratur dapat menyebabkan sakit mag.

3. Keseimbangan Antara Olahraga, Rekreasi, dan Istirahat
Rajin berolahraga merupakan cara lain agar tetap sehat. Olahraga apakah yang kamu sukai? Jenis-jenis olahraga antara lain bermain sepak bola, senam, lari, dan bulu tangkis. Olahraga merupakan salah satu kegiatan fisik. Olahraga bermanfaat untuk melatih otot tubuh agar kuat dan lentur. Peredaran darah juga menjadi lancar apabila kita rutin berolahraga. Setelah berolahraga tubuh terasa lelah karena telah banyak mengeluarkan tenaga. Olahraga yang berlebihan bisa menimbulkan kelelahan. Akibatnya, daya tahan tubuh berkurang dan mudah terserang penyakit. Aturlah waktumu untuk berolahraga sesuai kemampuan tubuhmu. Beristirahatlah jika kamu sudah merasa lelah.

Beristirahat yang paling baik yaitu tidur. Selama tidur kita dapat mengistirahatkan semua anggota tubuh. Oleh karena itu, setelah tidur otot-otot kita menjadi kendur dan tubuh terasa segar kembali. Waktu tidur setiap orang berbeda. Anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan orang dewasa. Hal ini karena masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan. Bayi membutuhkan waktu tidur sampai 16 jam sehari. Balita membutuhkan waktu tidur sekitar 12 jam sehari. Semakin bertambah umur, waktu tidur manusia semakin berkurang.

Isitrahat juga dapat dilakukan dengan cara melakukan kegiatan ringan. Contohnya menonton televisi, mendengarkan musik, dan membaca buku cerita. Kegiatan itu tidak membutuhkan yang banyak tenaga. Kegiatan ringan membuat tubuh yang lelah menjadi segar kembali. Rekreasi juga diperlukan agar tubuh tidak tegang. Rekreasi dilakukan untuk menghilangkan rasa bosan setelah melakukan kegiatan. Rekreasi dapat dilakukan dengan cara mengunjungi tempat wisata, berenang bersama keluarga, atau berkunjung ke rumah saudara di kota lain. Apabila tempat-tempat tersebut terlalu jauh, berkebun atau berkemah di halaman rumah merupakan rekreasi yang lebih murah.

0 komentar:

Post a Comment