Sejarah masuknya Islam di Filipina tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosio-cultural wilayah tersebut sebelum kedatangan Islam. Filipina adalah sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari 7107 pulau dengan berbagai suku dan komunitas etnis. Sebelum kedatangan Islam, Filipina adalah sebuah wilayah yang dikuasai oleh kerajaan-kerajaan. Islam dapat masuk dan diterima dengan baik oleh penduduk setempat setidaknya karena ajaran Islam dapat mengakomodasi berbagai tradisi yang telah mereka lakukan selama ini. Para ahli sejarah menemukan bukti abad ke-16 dan abad ke-17 
dari sumber-sumber Spanyol tentang keyakinan agama penduduk Asia Tenggara termasuk Luzon, yang merupakan bagian dari Negara Filipina saat ini, sebelum kedatangan Islam. Sumber-sumber tersebut memberikan penjelasan bahwa sistem keyakinan agama yang sangat dominan ketika Islam datang pada abad ke-14 sarat dengan berbagai upacara pemujaan untuk orang yang sudah meninggal.

Hal ini jelas sekali tidak sejalan dengan ajaran Islam yang menentang keras penyembahan berhala dan politeisme. Namun tampaknya Islam dapat memperlihatkan kepada mereka bahwa agama ini memiliki cara tersendiri yang menjamin arwah orang yang meninggal dunia berada dalam keadaan tenang, yang ternyata dapat mereka terima. Di sisi lain, tidak dapat diragukan lagi bahwa skala perdagangan Asia Tenggara mulai melesat sangat pesat pada penghujung abad ke-14. Hasil dari perdagangan ini, kota-kota berkembang dengan kecepatan sangat mencengangkan termasuk sepanjang wilayah pesisir kepulauan Filipina. Para pedagang dari berbagai negeri bertemu dan menimbulkan adanya pertukaran baik di bidang ilmu pengetahuan maupun agama.

Di antara semua agama besar di dunia, Islam barangkali yang paling serasi dengan dunia perdagangan. Al-Qur’an maupun Al-Hadits sebagai sumber tertinggi dalam agama Islam banyak memuji kepada pedagang yang dapat dipercaya. Hal ini mengakibatkan orang yang cenderung bergerak dalam dunia perniagaan pasti terpikat dengan ajaran Islam. Mulai saat itu, Islam terus memperluas pengaruhnya secara kultural, yaitu dengan melalui perkawinan antar etnis hingga akhirnya melalui system politik. Jalur yang terakhir ini (politik) terjadi ketika Islam telah dipeluk oleh para penguasa khususnya para raja.

Menurut para ahli sejarah, pada penghujung akhir abad ke-14 seorang raja terkenal dari Manguindanao memeluk Islam. Dari sinilah awal peradaban Islam di wilayah ini mulai dirintis. Raja Manguindanao kemudian menjadi seorang Datuk yang berkuasa di propinsi Davao di bagian tenggara pulau Mindanao. Setelah itu, Islam disebarkan ke pulau Lanao dan bagian utara Zamboanga serta daerah pantai lainnya. Sepanjang garis pantai kepulauan Filipina semuanya berada dibawah kekuasaan pemimpin-pemimpin Islam yang bergelar Datuk atau Raja

Pada tahun 1380 Karim ul 'Makhdum yang pertama mubaligh Islam Arab mencapai Kepulauan Sulu dan Jolo di Filipina dan mendirikan Islam di negara ini. Pada 1390 di Putera Minangkabau Raja Baguinda dan para pengikutnya mengajarkan Islam di pulau-pulau. [2]The Sheik Karimal Makdum Masjid adalah masjid pertama kali didirikan di Filipina pada Simunul di Mindanao pada abad ke 14. Perkampungan seterusnya oleh mubaligh Arab bepergian ke Malaysia dan Indonesia membantu menguatkan Islam di Filipina dan penyelesaian masing-masing diperintah oleh seorang Datu, Raja dan Sultan. Wilayah-wilayah Islam didirikan di Filipina termasuk Kesultanan Maguindanao, Kesultanan Sulu dan bahagian lain dari Filipina Selatan.
Moro (serupa dengan 'Moor') adalah sebutan warisan dari Sepanyol, untuk Filipina Muslim dan kumpulan-kumpulan suku. Orang Moros berusaha untuk mendirikan sebuah wilayah Islam di wilayah Mindanao dan Visayas. Istilah Bangsamoro kombinasi dari Bahasa Melayu Kuno - Bahasa Sepanyol kata Moro diwarisi dari al-Andalus di Sepanyol. Sebuah jumlah yang signifikan pemberontakan Moro terjadi selama Perang Filipina-Amerika tahun 1899. Persengketan dan pemberontakan terus berlangsung di Filipina mulai dari zaman pra-kolonial dan kanan sampai sekarang.
Islam telah melihat pertumbuhan yang signifikan di Filipina sejak akhir Perang Dunia II. Komuniti-komuniti Filipina Muslim telah membina masjid baru dan sekolah-sekolah agama di abad ke-21, dan ziarah haji meningkat.
Komuniti Muslim Ahmadiyah di Filipina ditubuhkan pada tahun 1985
sumber :
- http://regional.kompasiana.com/2011/01/06/sejarahnya-masuknya-islam-di-filipina-332519.html
- http://ms.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Filipina

0 komentar:

Post a Comment